Recent Updates Page 2 RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • bayu 11:06 am on 8 February 2012 Permalink | Reply
    Tags: , centos 6, , i386, installation, minimal, x86_64   

    Ya bener aq ingin install centos 6 dengan… 

    Ya bener, aq ingin install centos 6, dengan model minimalis dan tentunya power full serta dibuat penggunaan lama …
    kenapa ?

    ok sebelum menjawab kenapa, kita langsung saja install centos 6 nya.

    1. download .iso file centos 6 minimal di :
    http://kambing.ui.ac.id/iso/centos/6.2/isos/
    pilih i386 :
    http://kambing.ui.ac.id/iso/centos/6.2/isos/i386/CentOS-6.2-i386-minimal.iso

    pilih x86_64 :
    http://kambing.ui.ac.id/iso/centos/6.2/isos/x86_64/CentOS-6.2-x86_64-minimal.iso

    mau i386 ato x86_64 terserah, jika processor dan memory lebih, mending download yang x86_64.

    2. bakar .iso file centos 6 hasil download an diatas.

    3. install, untuk proses install mudah di ikuti, jika ada kendala silahkan posting disini.

    4. setelah proses instalasi sukses, waktunya konfigurasi.
    konfigurasi :
    1. konfigurasi networking, cara cepat adalah sebagai berikut :
    -pemberian alamat IP, misal eth0 192.168.0.2 netmask 255.255.255.0, jalankan perintah ini :

    ifconfig eth0 192.168.0.2 netmask 255.255.255.0 up

    -penambahan gateway network, misal ip gateway 192.168.0.1

    route add default gw 192.168.0.1

    -seting nameserver agar bisa mengenali nama domain internet, edit langsung file /etc/resolv.conf

    vi /etc/resolv.conf

    dan isikan :

    nameserver 8.8.8.8
    nameserver 8.8.4.4

    kemudian save/simpan.

    2. konfigurasi repository centos 6 di internet ( aq pake repo centos.biz.net.id )
    edit file /etc/yum.repos.d/CentOS-Base.repo
    ganti bagian dibawah ini di masing tipe repo centos

    baseurl=http://centos.biz.net.id/$releasever/os/$basearch/

    baik base, updates, addons, centosplus, contrib, extras

    setelah itu lakukan perintah :

    yum update

    selesai…

    sekarang aq mo nambah desktop untuk centos ini.

    yum groupinstall basic-desktop desktop-platform x11 fonts

    atau

    yum groupinstall "Desktop" "Desktop Platform" "X Window System" "Fonts"

     
  • bayu 5:46 pm on 2 February 2012 Permalink | Reply
    Tags: Unix/Linux Command Reference   

    Unix/Linux Command Reference 

    bisa dibuat panduan :)

    Unix/Linux Command Reference PDF

     
  • linux 11:48 pm on 6 January 2012 Permalink | Reply
    Tags: , fail over, , , web proxy server,   

    Fail Over Webserver I 

    ok, lanjutan lagi dari sini :
    http://bayuart.wordpress.com/2011/12/15/fail-over-webserver/

    skenario yang sekarang :
    1 DNS Server + Web Proxy dengan IPA1
    1 WebServer Utama dengan IPB1
    1 Webserver Backup dengan IPB2

    keterangan :
    di IPA1, BIND untuk DNS server, dan webserver sebagai proxy
    webserver sebagai proxy di IPA1 ini bisa menggunakan apache/httpd, nginx, squid, atau yang lainnya.
    di IPA1, dipasang script bantu, script bantu ini mencakup :
    -cek koneksi ke IPB1
    -2 konfigurasi webserver proxy untuk IPB1 dan IPB2

    jika cek koneksi ke IPB1 berhasil, konfigurasi webserver proxy mengarah ke webserver utama di IPB1
    jika cek koneksi ke IPB1 gagal, konfigurasi webserver proxy mengarah ke webserver backup di IPB2

    diatas dibantu dengan crond, atau bisa manual :)

    antara IPB1 dan IPB2 di sinkronisasi tiap 15 menit.

    beda antara sekenario sebelumnya http://bayuart.wordpress.com/2011/12/15/fail-over-webserver/ dan yang sekarang adalah :

    waktu respon bagi pengguna yang mengakses ke webserver akan lebih cepat, tanpa ada delay update DNS dari ISP pengguna.

     
  • linux 5:26 pm on 4 January 2012 Permalink | Reply
    Tags: , fail over web server, fail over webserver, , ip, isp, , ,   

    Fail Over Webserver 

    cuman planning aja, sapa tau bermanfaat dan digunakan.
    disini cuman menggunakan perangkat, situasi dan kondisi yang serba pas²an. meskipun pas² akan di gunakan secara maksimal :D

    2 datacenter dengan 3 mesin.

    1 datacenter di lokasi A
    1 daacenter lagi di lokasi B

    di lokasi A ada mesin A1 dan A2
    di lokasi B ada mesin B1

    mesin A1 sebagai DNS server dengan IP IPA1
    mesin A2 sebagai webserver utama dengan IPA2
    IPA1 dan IPA2 ber sabnet sama.

    mesin B1 sebagai webserver backup dengan IPB1

    rencana, nama domain XYZ.COM menggunakan NS di mesin A1 dan IP IPA1 dan pointing untuk webserver ke webserver utama yaitu mesin A2 dengan IP IPA2.

    gambaran :
    jika user mangakses web XYZ.COM, user akan memeriksa di inet, inet akan memeriksa domain XZY.COM menggunakan NS apa, jika sudah di ketahui NS’nya (mesin ber-IP IPA1), user akan di beritahu oleh NS kalo web XYZ.COM berlokasi di mesin yang ber-IP IPA2, kemudian user akan di berikan data web yang dimintanya tadi.

    user XYZ.COM NS Webserver

    nah bagaimana jika Web Server di IPA1 down atau mati ?

    gampang, jawabnya adalah web server IPA1 akan di gantikan oleh webserver IPB1.

    penjelasan singkat :
    di sini IPA1 dipasang script bash sederhana untuk cek apakah webserver IPA1 bisa diakses atau tidak, dan mempunyai konfigurasi 2 NS record, yaitu untuk IPA1 dan IPB1.

    jika script bash sederhana tadi melakukan tugasnya dengan baik, dia akan mengecek apakah IPA1 down atau tidak, jika down, akan menjalankan konfigurasi NS untuk IPB1.

    akhirnya web XYZ.COM akan tetap bisa diakses oleh user.

    tambahan :
    IPB1 dinamakan backup, karena isinya sama dengan IPA1.
    jika ada perlakuan khusus diantara keduanya, silahkan saja. :)

    contoh diatas digunakan untuk menjembatani masalah DNS ISP yang digunakan oleh user tidak update secara spontan.

    kalo bisa, DNS server dalam hal ini beda datacenter, misal di mesin IPC1 :) , kenapa ? karena jika di datacenter A mati, otomatis layanan webserver XYZ.COM tidak akan bisa digunakan.

    sekian ….

     
    • rotyyu 1:51 pm on 6 January 2012 Permalink | Reply

      Kalau DNS-nya yg mati gmn om? Apakah mungkin menggunakan DNS backup juga?

    • bayu 11:56 pm on 6 January 2012 Permalink | Reply

      nah ini dia om, kalo DNS mati, mestinya pake DNS satunya.
      ini jika mengikuti arti secara umum di mana masing² domain menggunakan record (semisal) : NS1.DOMAIN.COM, NS2.DOMAIN.COM dst
      dimana NS1 (untuk NS1.DOMAIN.COM) dan NS2 (untuk NS2.DOMAIN.COM) beda mesin serta otomatis beda IP juga. tidak seperti kebanyakan keadaan sekarang, dimana NS1 dan NS2 meskipun beda IP, tetapi masi dalam 1 mesin yang sama (ngirit) :D
      bisa juga menggunakan model DNS MASTER dan SLAVE .

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel